Abonemen telpon, tertarik?

Kalian pingin gratis telpon 500 menit per bulan dengan bayar 2.5 euro sahaja? Atau pingin kirim sms ke Indonesia seharga 5 sen per sms? Murah banget kan.. makanya kalian perlu abonemen telpon, alias telpon paska bayar.

Kalo kalian bakal tinggal di Belanda lebih dari satu tahun, maka baiknya kalian pake telpon abonemen, jadi lebih ngirit. Tapi kalo ngga bisa ngontrol penggunaan pulsa telpon, ya ngga tanggung jawab lho, namanya juga paska bayar 🙂

Kebetulan referensinya baru satu website, tapi kalo ada temen lain mau sharing, silahkan :).

Referensiku adalah website GSM Web, www.gsmweb.nl. Salah satu penawarannya adalah abonemen telfort dengan telpon 500 menit dalam sebulan dengan membayar 2.5 euro, tapi hanya untuk telpon sesama telfort atau telpon rumah. Perlu diketahui, tidak ada telpon interlokal di Belanda, karena semua telpon rumah di semua kota di Belanda dihitung dengan tarif telpon lokal.

Kalau kalian demen sms, kalian cukup bayar 5 sen per sms, asalkan beli paket sms sebanyak 300 sms/bulan seharga 15 euro (berarti rata-rata 10 sms per hari hahaha). Berbeda dengan abonemen telpon Indonesia, sms di sini dihitung dengan terpisah, dan dijadikan dalam satu bundel sms. Jika menggunakan sms lebih dari bundel yang dibeli, bisa kena charge mahal (22 sen untuk telfort hehehe). Tapi kalo sms yang dipake kurang dari bundel sms nya, sms yang tersisa masih bisa dipake di bulan berikutnya, namun menjadi hangus di bulan-bulan setelah itu.

Tapi ingat, ini penawaran khusus dan salah satu trik penjualan orang Belanda. Penawaran ini hanya berlaku satu tahun langganan. Jika kita lupa menghentikan abonemen 3 bulan dari masa kontrak, maka otomatis dianggap melanjutkan abonemen tersebut untuk setahun berikutnya. Dan biaya abonemen naik dari 2.5 euro menjadi 12.5 euro (belum termasuk pajak lho). Sering kejadian kita kelupaan telpon pihak provider (tepatnya 3 bulan sebelum kontrak habis), dan terpaksa kita jadi bayar abonemen mahal setahun berikutnya. So keep it in mind, guys 🙂

Share this:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*