Sabtu Kreatif

Nama program : SABTU KREATIF
Bentuk : Workshop kerajinan tangan
Penyelenggara : Bidang III (Kebersamaan, Rekreasi dan Sosial) PPI-G
Hari dan tanggal : Sabtu, 24 februari 2007
Waktu : 10.00 – 13.00
Tempat : Pekarangan belakang flat seniman Jan Reemeijer, Wilgenlaan 82,
Groningen
Peserta :Yang mendaftar :
1. Claudia Lankhorst
2. Joko TR
3. Shinta
4. Widyoseno E. Muhsin
5. Wisnu
6. Zain
7. Piots Skorupski
8. Alicja Klimczak-Dobrzaniecka
9. Roy Tobing
10. Nara – umur 2 tahun, ditemani ayahnya
11. Melly – umur 3 tahun, ditemani ayahnya
12. Klara Karmelia
13. Lola T.P.
14. Prana Hutabarat

Yang hadir :
1. Joko TR
2. Shinta
3. Widyoseno E. Muhsin
4. Wisnu
5. Zain
6. Piots Skorupski
7. Alicja Klimczak-Dobrzaniecka
8. Roy Tobing
9. Nara – umur 2 tahun, ditemani ayahnya
10. Melly – umur 3 tahun, ditemani ayahnya
11. Klara Karmelia
12. Lola T.P.
13. Dewi Setyaningsih

Instruktur : seniman patung Jan Reemeijer
Biaya : 6,- euro/orang (perincian : 5,- euro/orang honor instruktur, 1,-
euro/orang untuk kas PPI-G)
Jalannya acara :
Pada jam 10.00 pagi ini Joko TR dan Daniel tiba di kediaman bapak Jan Reemeijer. Tidak lama kemudian datang para peserta lain satu persatu. Karena rumah bapak Reemeijer tidak mampu menampung jumlah peserta, maka kegiatan diadakan di halaman belakang flat beliau. Ketika Joko dan Daniel datang, di sana sudha berdiri empat buah meja besar dengan bahan-bahan dan peralatan yang diperlukan di atasnya. Keempat meja tersebut sebenarnya adalah papan dan daun pintu besar yang disangga beberapa buah kuda-kuda. Perlu diketahui bahwa Jan Reemeijer adalah seorang seniman yang gemar memakai barang-barang bekas sebagai peralatan dan untuk karya seninya. Adapun bahan-bahan yang disediakan adalah tanah liat, soap stone (zeepsteen), gasbeton dan bahan berbentuk kawat dan kain perca yang saya lupa namanya. Bahan-bahan yang dipilih dan dipakai para peserta adalah tanah liat, gasbeton dan soap stone.
Acara ini diikuti oleh 12 orang Indonesia (9 mahasiswa, satu orang tamu dari Leeuwaarden dan dua anak kecil) dan dua mahasiswa Polandia. Mas Teguh Sugihartono yang tinggal di jalan yang sama telah mengunjungi kami bersama anaknya. Acara berlangsung lancar, sangat gezellig dan dipenuhi gelak tawa para peserta saat mereka membuat berbagai rupa benda. Ada yang membuat rumah/bangunan, mug, tempat HP, vas, piala (mungkin untuk GroensCup! Hihi!), bunga, televisi, dll. Hasil kerajinan dari soapstone dn gasbeton sudah langsung dibawa pulang oleh para peserta begitu acara selesai. Namun hasil karya dari tanah liat harus ditinggal di rumah bapak Reemeijer untuk dibakar dulu. Dalam satu sampai dua minggu hasil karya tersebut sudah bias diambil di rumah beliau atau hubungi Daniel.
Kami mengucapkan terima kasih banyak kepada Cut Dewi yang sudah menyumbangkan bala-bala (bakwan) untuk cemilan kami. Bukan Cuma para peserta Indonesia yang menikmatinya, juga orang-orang non-Indonesia yang hadir memuji kelezatannya.
Usulan : Apakah mau diadakan lagi saat cuacanya sudah hangat di musim
semi atau musim panas?

Share this:

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*