Komunitas Mahasiswa Indonesia Peringati Pengesahan Batik oleh UNESCO

Nyaris sebanyak 80 mahasiswa Indonesia di Groningen, Belanda, memperingati pengesahan Batik oleh Badan PBB untuk Pendidikan, Pengetahuan, dan Kebudayaan (UNESCO) sebagai warisan budaya (cultural heritage) Indonesia, pada 2 Oktober. Para mahasiswa yang terdiri dari berbagai strata dan jurusan di University of Groningen dan Hanze University Groningen itu memulai acara di depan gedung rektorat University of Groningen atau lazim disebut Academiegebouw pada pukul 17.00 waktu setempat (22.00 WIB).

Saat itu, mereka yang berdatangan dengan memakai Batik buatan berbagai daerah di Nusantara, sejenak mengheningkan cipta bagi korban gempa bumi di Sumatra Barat. Sesaat kemudian, mereka berjalan ke Grote Markt di pusat kota Groningen yang berjarak 600 meter. Walau suhu udara saat itu mencapai sembilan derajat Celsius, para mahasiswa tetap bersemangat seraya membawa bendera merah putih dan peta Indonesia bermotif Batik.

Aksi para mahasiswa yang tergabung ke dalam Perhimpunan Pelajar Indonesia di Groningen (PPI G) kontan mengundang perhatian warga setempat. Sejumlah warga pun sejenak menghentikan langkah mereka untuk memperhatikan acara tersebut. Bahkan, beberapa di antara mereka tidak segan untuk bergabung dengan pawai sederhana itu, saat mengetahui para mahasiswa sedang memperingati pengesahan Batik sebagai warisan budaya Indonesia oleh UNESCO.

Kepada Media Indonesia, salah seorang warga bernama Baart Zwarts mengaku terkesan. “Saya tertarik oleh kepedulian mahasiswa Indonesia akan kebudayaan mereka. Saya pikir itu mencerminkan sikap nasionalisme mereka. Sebab, siapa lagi yang perduli dengan warisan kebudayaan Indonesia jika bukan warga Indonesia itu sendiri,” papar Baart.

UNESCO secara resmi mengesahkan Batik sebagai milik Indonesia dalam pertemuan mereka di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, pada 2 Oktober. Sebelumnya, badan tersebut menyetujui Batik sebagai warisan budaya Indonesia pada 29 September. Tindakan itu disambut gembira oleh rakyat Indonesia di berbagai belahan dunia dengan memakai Batik.

Sumber : Media Indonesia

Kontributor

Jerome Wirawan

Share this:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*