Groningen Food Guide (1) Keju, Haring, Teh, Kopi dan Foodie Spots

Bagi yang baru datang beberapa bulan ini di Groningen dan sedang/mulai beradaptasi, selamat datang! You’ll love this town. Bagi yang sudah lama di Groningen, well, hello! Jangan sampai menyia-nyiakan kesempatan untuk eksplorasi Belanda/Eropa,bukan saja dari segi jalan-jalan tapi juga dari segi makanan. Eksplorasi makanan juga merupakan cara mengenal budaya lain – sebuah alternatif cara eksplorasi yang menyenangkan, mengenyangkan, dan lebih murah daripada jalan-jalan. Dan di Groningen terdapat banyak cara untuk eksplorasi makanan.

Di posting ini dan posting-posting berikutnya saya ingin share beberapa hal yang berkaitan dengan makanan dan tempat makanan di Groningen – makanan khas Belanda dan makanan asing lainnya di Groningen. Tujuannya hanyalah ingin berbagi dan siapa tahu ada juga yang senang eksplorasi makanan asing, khususnya makanan non-Asia.  Bukan berarti makanan Indonesia dan Asia (Cina/Jepang/etc) tidak enak atau inferior, tetapi mumpung kita ada di negara dan benua lain, saatnya memanfaatkan kesempatan untuk eksplore makanan yang tidak ada atau jarang ada di Indonesia.

Untuk informasi lokasi, harga, menu, dsb silahkan google sendiri ya dengan kata kunci “nama tempat + Groningen”. Hampir semua info tersedia di internet. Berhubung Groningen relatif kecil, semua lokasinya dekat dengan centrum, jadi mudah dijangkau dengan sepeda atau jalan kaki.

Bagi yang memiliki minat dalam eksplorasi makanan atau aspirasi menjadi foodie kontak-kontak ya! 😉

Bagi yang tidak tertarik, well, tidak perlu baca posting ini dan post tentang makanan berikutnya.

Keju

Di jalan Oosterstraat ada toko keju v/d (van der) Ley. Di toko ini terdapat puluhan jenis keju. Keju khas Belanda (boerenkaas) berusia aneka ragam, keju sapi, keju domba, keju kambing, keju keras, keju lembut, keju Prancis, keju Itali, keju Spanyol, keju Inggris, keju campur pesto, keju campur whisky, keju campur jinten, keju campur cengkeh, keju untuk fondue, keju bau kaus kaki, keju bau surga, dst. Di beberapa tempat di dalam toko juga terdapat beberapa sampel yang dapat dicicip-cicip.

Jangan takut atau malu untuk bertanya-tanya mengenai keju. Penjualnya ramah-ramah dan sangat berpengetahuan mengenai keju dan juga anggur/wine jenis apa yang cocok dengan berbagai keju (wine + cheese pairing).  Jika ingin membawa keju untuk oleh-oleh pulang ke Indonesia juga dapat bilang ke penjual bahwa keju tersebut akan dibawa terbang, dan dia akan membungkusnya dalam vacuum pack gratis, free of charge.

Haring, Lekkerbek, Kibbeling

Ikan Haring mentah dengan acar timun dan bawang bombay

Apa artinya tinggal di Belanda tapi belum pernah makan ikan haring? Ikan haring adalah ikan (jenis haring) yang dijual mentah setelah melalui proses pengawetan/pengasinan. Disajikan dengan atau tanpa bawang bombay mentah. Cara makan yang khas dan tradisional adalah dengan memegang ikan di ekornya dan menggantunya di atas mulut. Kita juga bisa minta tukang ikan untuk memotongnya kecil-kecil dan makan dengan garpu plastik, tetapi cara demikian kurang keren, dan bagi laki-laki juga sangat mengurangi kejantanan kalau terlihat makan haring dengan garpu. Istilah Belandanya: mietje!

Kalau tidak doyan ikan mentah bisa juga memesan satu porsi lekkerbek atau kibbeling. Kedua makanan ini adalah ikan goreng tepung yang disajikan dengan bumbu tabur (kruiden) dan saus bawang putih (knoflooksaus).Kibbeling terbuat dari ikan codfish/kabeljauw, dan disajikan dalam bentuk potongan, sedangkan lekkerbek bisa terbuat dari berbagai jenis ikan, dan disajikan dalam bentuk utuh dan gepeng.

Haring, kibbeling dan kabeljauw tersedia di beberapa gerai di Grote Markt dan Vismarkt terutama pada hari pasar (Selasa, Jumat dan Sabtu)

Haring terenak di Groningen ada di gerai daerah Oosterpoort, depan gedung pertunjukan Oosterpoort. Haring di gerai ini pernah menang kontes haring terenak se-Belanda. Haring kedua paling enak ada di toko ikan kecil di daerah A-straat, seberang Napoli.

Teh, Kopi, dan Culinary Shops

Di Folkingestraat ada toko yang khusus berspesialisasi dalam teh. Nama toko ini adalah De Santekraam. Ratusan teh tersedia disini, mulai dari teh hitam, teh  hijau, teh  putih, teh  merah, chai, teh rasa banana split, teh pu erh, teh rasa buah, teh rooibos, hingga teh untuk mengatasi berbagai penyakit, seperti asma, diabetes, alergi, asam urat, tekanan darah tinggi, dsb. Teh untuk melangsingkan badan konon juga ada. Kata temen sih. Saya sih gak minum. Bener lho.

Toko Simon Levelt di Groningen

Untuk penggemar kopi ada toko-toko spesialis kopi (dan menjual kopi bubuk dan biji kopi) seperti Simon Levelt, Douwe Egberts, Kaldi, etc.

Di Groningen juga terdapat beberapa culinair shops, yakni toko yang memiliki spesialisasi dalam hal makanan-makanan unik.

Favorit saya adalah Leuk & Lekker serta New England Culinary Shop. Keduanya terletak di centrum tidak jauh dari AH Vismarkt. Di New England Culinary Shop ada macam-macam saus, selai dari berbagai macam buah, confit, sirop, bumbu-bumbu, mosterds, madu, dsb. Juga tersedia adonan kue, roti, muffins, pancake, dan juga berbagai pasta dan kue crackers.

Leuk & Lekker (artinya “menyenangkan dan enak”) terdapat berbagai minyak zaitun, baik yang murni maupun yang sudah infused dengan macam-macam aroma, juga cuka (cuka+ olive oil adalah kombinasi yagn sering dipakai sebagai salad dressing). Cuka balsamico, cuka dengan aroma tomat, cuka dengan aroma strawberry, dst.

Barang-barangnya diperoleh dari Italy, Marokko, Tunisia, Mesir, Spanyol dan daerah Mediterranean lainnya. Juga, tersedia berbagai bumbu jadi dan campuran bumbu jadi, seperti salsa, dukkah, curry, ras-el-hanout dsb. Cukup praktis kalau malas membuat bumbu sendiri, tapi tentunya lebih mahal daripada bikin sendiri.

Yang paling menyenangkan dari kedua toko tersebut adalah adanya potongan roti atau crackers yang disediakan disamping untuk dicoba! Kalau Anda seperti saya (nggak tau malu – red) datang saja dan icip-icip berbagai hal yang dijual disana, menyenangkan dan memperluas pengetahuan gastronomi. Saking seringnya datang orang di L&L sudah hafal sama saya. Suatu saat saya datang membawa teman saya yang baru pertama kalinya ke toko tersebut.  Pas sedang melihat-lihat dan icip-icip dengan tenangnya ternyata penjualnya ngomong sama teman saya “Anda baru pertama kali disini ya? Kalau teman Anda sih sudah sering”.

Juga ada Het Hanze Huis yang berada di sisi A-Kerk. Di toko tersebut terdapat berbagai teh, kopi, kue, permen, coklat, selai, anggur. Yang membuat toko ini khas adalah barang-barang yang dijual di toko itu merupakan barang-barang produksi pabrik dan negara dan kota yang termasuk dalam perjanjian ikatan Hanzeverbond antara abad 12 hingga 16.  Het Hanze Huis merupakan satu-satunya toko di Eropa yang menjual produk-produk dari supplier sesuai perjanjian jaman dulu. Disini dijual teh, kopi, coklat, wine, kue-kue  madu, sirop, marzipan, dll yang tidak dijual di toko lainnya. Untuk sejarahnya silahkan ke hethanzehuis dot nl. Harganya sedikit lebih mahal dari toko lainnya tapi tentu wajar mengingat tidak ada saingan dan juga benda-benda yang dijual di toko ini exclusive. Masuk saja ke toko, tanya-tanya, ngobrol, dengan bahasa Inggris pun ok.

Mercado Delicatessen

Hampir persis di seberang Het Hanze Huis ada Mercado Delicatessen. Toko ini menjual makanan khas Groningen (“streekproducten” atau makanan daerah/lokal) seperti Groningen koek – kueh/cake mirip Ontbijtkoek, Gemberkoek (dengan jahe), Notenkoek (dengan kacang), Sucadekoek (dengan sukade), dan Oude Wijven Koek (dengan….eh…istri tua??). Juga dijual mosterd dan selai khas Groningen. berbagai wine, roti etc. Juga dijual berbagai tapas, tapenade, aioli, pesto, paella etc.

Di toko Kruiden en Keramiek di pojokan Vismarkt (sebelah Humphreys) dijual berbagai peralatan dapur, tapi yang bikin menarik juga dijual berbagai bumbu, teh, dan minyak zaitun. Juga dijual berbagai jenis cuka dan balsamico.

Sekian bagian pertama. Bagian kedua akan mengulas antara lain tempat-tempat membeli bahan Mediterranean dan Afrika Utara.

Selamat mencoba!!

Kontributor:

Cinthya Sopaheluwakan

Foto:Mcanevet, photosbyalyssa, nederhoed ; semua dengan lisensi Creative Commons

Share this:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*