Groningen Food Guide (5) Bahan Halal, Ikan Segar, Bumbu dan…Telur Gratis

Ada beberapa slagerij (butcher) halal di Groningen, yakni Nazar di daerah Korrewegwijk (dekat Jumbo Korreweg), Al-Fysal di dekat toko computer Norrod, dan Islamitische Slagerij Halal Folkingestraat. Al-Fysal lebih lengkap, menyediakan selain daging sapi halal juga daging sapi muda (kalf), domba (schaap) dan domba muda (lam), kambing (geit), kambing muda, dan kelinci (konijn), juga kalkun.

Juga ada Slagerij ‘t Gildehuus di Nieuwe Ebbingestraat (non-sertifikat halal) yang menyediakan babi, ayam, daging, seafood, terutama dalam keadaan beku/frozen.

Bagi penggemar sushi dan berminat bikin sushi sendiri bisa beli ikan di stand ikan bertenda biru yang ada setiap Jumat dan Sabtu. Stand ini kecil, tidak ada plat nama dan lokasinya cenderung agak ke tengah menghadap sisi Basarz, Hock Sieng etc, dan BUKAN stand-stand ikan besar yang ada di ujung vismarkt. Ikan di stand ini terjamin segar untuk dimakan mentah dalam sushi atau sebagai sashimi.

Untuk bumbu-bumbu, selain di Toko Oriental, Toko Melati dan Toko Weuro (Ebbingestraat) juga bisa beli di pasat di satu-satunya stand bumbu de Kruidenier (kruidenier – artinya tukang bumbu). Di situ terdapat bumbu – bumbu (terutama dalam bentuk bubuk) jahe, cayenne pepper, kayu manis, laos, sereh, cengkeh, wasabi bubuk, mosterd bubuk, daun salam, garam laut, merica putih, merica hitam, pekak, kunyit, saffron, dan sebagainya. Di sebelahnya juga dijual berbagai ramuan teh.

Bumbu-bumbu bubuk juga terdapat di Le Souk dan Kruiden en Keramiek (posting pertama).

Selain istilah slagerij, ada juga istilah poelier yang artinya penjual ayam dan unggas-ungasan. Di pasar ada poelier yang khusus menjual ayam, burung dara, burung gereja, kalkun, dan kelinci. Juga dijual ati dan ampla. Gerainya cukup besar, bertenda kuning, membelakangi AH. Biasanya berhadapan dengan gerai kruidenier.

Mau dapet satu dos (isi 10) telur gratis? Caranya gampang! Kumpulin 10 dus kosong (ukuran 10) bekas telur (boleh merek apa saja) lalu tuker di poelier di pasar tersebut. PENTING: tukernya sama penjual yang kakek-kakek/opa-opa!! Kakek-kakek ini lebih ramah dan selalu mau menukar dengan satu kotak telur baru. Mungkin dia senang melihat perempuan Indonesia muda (ehm) dan teringat jaman kolonial pernah pacaran sama orang Indo, entahlah. Yang jelas kalo penjualnya yang bapak-bapak lebih muda suka gak dikasih. Cuman disenyumin doang. Rugi bandar.

Selamat mencoba!!

Kontributor

Cinthya Sopaheluwakan

Foto: tuppus, Rookuz. Semua digunakan dengan lisensi Creative Commons

Share this:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*