Diskusi 17 Agustus 2010

G una menyambut HUT ke-65 kemerdekaan Indonesia, sekitar 80 mahasiswa Indonesia di Kota Groningen dan para diplomat dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kerajaan Belanda menghadiri diskusi mengenai nasionalisme dan kemerdekaan, Selasa (17/8) waktu setempat.

Duta Besar RI untuk Kerajaan Belanda Junus Effendi Habibie dalam sambutannya menggarisbawahi pentingnya nasionalisme dan peran kaum terpelajar untuk membangun Indonesia.

“Hendaknya para mahasiswa di luar negeri kembali ke Indonesia dan memberikan sumbangsih bagi negara. Jangan mengkritik Indonesia bila belum pernah ikut membangun,” tegasnya kepada peserta yang mengenakan batik dari berbagai penjuru Nusantara.

Lebih lanjut, mantan Dubes RI untuk Inggris dan Republik Irlandia itu menekankan kepeloporan. “Sulit jika hanya mengharapkan peran pemerintah. Para mahasiswa harus menjadi pelopor dan terjun ke tengah-tengah masyarakat.”

Diskusi juga membahas tentang kemerdekaan Indonesia dari berbagai aspek, seperti ekonomi, kesehatan, governance atau tata kelola, dan sosial.

Dari diskusi itu tampak Indonesia sangat rapuh mengingat kemiskinan yang meluas, pembangunan yang tidak merata, pendidikan yang mahal, perdagangan yang hanya menitikberatkan kepada sumber daya alam, birokrasi yang korup, dan biaya pengobatan yang mahal.

Menanggapi itu, JE Habibie mengatakan untuk tidak menjadi generasi pesimistis.

“Jangan pesimistis. Bila kita bergandeng tangan, semua bisa dilakukan.”

Acara diskusi juga menampilkan ekonom Unversitas Indonesia Didiek Rachbini melalui telekonferensi. Diskusi ini turut mendapat acungan jempol dari berbagai pihak, seperti Dubes JE Habibie dan pejabat Universitas Groningen.

“Saya kagum dengan kebersamaan mahasiswa Indonesia di sini. Terlepas dari diskusi, mahasiswa yang beragama Islam bisa buka puasa dibantu mahasiswa beragama Kristen dan Hindu. Hebat!” cetus Tim Zwaagstra, kepala hubungan internasional wilayah Asia Universitas Groningen.

Diskusi tersebut merupakan rangkaian kegiatan Perhimpunan Mahasiswa Indonesia di Groningen untuk menyambut HUT ke-65 RI.

Pada akhir Juli lalu mereka mengadakan permainan rakyat yang diisi berbagai lomba layaknya di Tanah Air, semisal lomba makan kerupuk.

Kontributor

Jerome Wirawan

Sumber: Media Indonesia

Share this:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*