Seminar Kekonsuleran: Jabat Erat Indonesia

Pada hari Sabtu (2/3) dan bertempat di Het Kostverloren Kwartier, Groningen, acara seminar kekonsuleran dan keimigrasian hasil kerjasama Perhimpunan Pelajar Indonesia Groningen (PPI-Groningen) dan Kedutaan Besar Republik Indonesia digelar. Seminar  ini merupakan agenda tahunan PPI-G sebagai wadah diskusi dan konsultasi warga negara Indonesia yang tinggal di Belanda, khususnya di Kota Groningen dan sekitarnya. Tahun ini, tema yang diangkat adalah Jabat Erat Indonesia, dengan harapan melalui kegiatan seminar dan diskusi ini dapat menjalin tali silaturahmi yang lebih erat antar warga negara Indonesia. Selain itu, seminar dan diskusi ini juga merangkul masyarakat Indonesia yang sudah lama tinggal di Belanda, baik bekerja atau melakukan kawin campur, untuk berkomunikasi dan mendiskusikan isu-isu keimigrasian dan kekonsuleran.

Secara garis besar, acara dibagi dalam 3 bagian. Setelah sambutan dari Ketua PPI Groningen, Surahyo Sumarsono, Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh untuk Kerajaan Belanda, Ibu Retno Lestari Priansari Marsudi memberikan beberapa informasi terkini yang penting diketahui masyarakat Indonesia yang berada di Belanda. Dalam kesempatan tersebut, Ibu Retno mengabarkan kunjungan Menteri Luar Negeri Belanda, Timmermans, ke Jakarta untuk bertemu dengan Menteri Luar Negeri Indonesia Marty Natalegawa. Ibu Retno juga menekankan bahwa kunjungan Menlu Belanda tersebut sangatlah penting untuk memerkuat kerjasama kedua negara terutama di bidang politik, ekonomi dan budaya. Saking pentingnya, Menlu Belanda hanya melakukan kunjungan ke Jakarta dan tidak ke negara lain.

Informasi lain yang disampaikan oleh Ibu Retno adalah mengenai kegiatan promosi budaya Indonesia yang akan diselenggarakan di Belanda. Pada tanggal 20-24 Maret 2013, KBRI di Den Haag, akan menyelenggarakan Pasar Malam Indonesia 2013 bertempat di Malieveld, Den Haag. Pasar Malam Indonesia 2013 tersebut diselenggarakan untuk mempromosikan keunikan dan ciri khas Indonesia misalnya budaya dan produk – produk investasi, ke masyarakat di Belanda. Tema yang diangkat pada Pasar Malam Indonesia 2013 adalah “Exploring the new Indonesia throughPasar Malam Indonesia”. Pada kesempatan tersebut, Ibu Retno juga menginformasikan perkembangan Diaspora Indonesia di Belanda serta peran KBRI dalam tugas melindungi warga negara Indonesia yang berada di luar negeri.

Pada bagian berikutnya, digelar sesi diskusi tentang isu-isu kewarganegaraan yang mungkin dihadapi WNI di luar negeri. Sebagai narasumber adalah pejabat bidang konsuler/protokoler KBRI di Belanda, Imam Asyhari, dan atase Imigrasi KBRI di Belanda, Sarno Wijaya, dan dimoderatori oleh Hengky Purwoto. Pada sesi ini, kedua narasumber memberikan penjelasan mengenai hak dan kewajiban warga negara Indonesia yang ada di Belanda khususnya, juga menyampaikan banyak informasi kekonsuleran dan keimigrasi yang penting diketahui, misalnya perlindungan WNI di luar negeri, tata cara perkawinan di luar negeri, masalah kewarganegaraan ganda, perkawinan campuran, masalah izin tinggal di Belanda dan Indonesia hingga pengiriman jenazah apabila ada WNI Indonesia yang meninggal di Belanda atau ada warga negara Belanda yang meninggal dan ingin dimakamkan di Indonesia. Semua dikupas secara tuntas dan ditanggapi banyak pertanyaan dari para peserta yang hadir.

Di bagian akhir, tiga alumni Groningen membagikan pengalaman mereka meniti karir di Belanda. Mereka adalah Sita Noor Indah (mewakili lulusan S1, saat ini bekerja sebagai Project Engineer di Witteveen+Bos), Martin William (mewakili lulusan S2, sekarang bekerja sebagai HR & Communication Coordinatordi I.O.O.R.S) dan Syarif Riyadi (mewakili lulusan S3, menjabat Material Scientist di Johnson Matthey). Sesi yang dimoderatori oleh Mackenzie Hadi berfokus tentang tips dan trik meniti karier di negeri Belanda. Para peserta yang sebagian besar adalah mahasiswa Indonesia di Groningen begitu antusias dengan sesi ini, terlihat dari banyak respon berupa pertanyaan yang dilemparkan kepada ketiga pembicara.

Di acara ini pula, KBRI membuka layanan lapor diri yang ditujukan kepada mahasiswa dan masyarakat Indonesia yang baru datang ke Belanda atau belum melaporkan kedatangannya ke Belanda. Selain itu, untuk lebih menghangatkan suasana di sore hari yang dingin, Vocal Group van Groningen yang digawangi oleh 6 mahasiswa Indonesia turut menghibur sekitar 150 orang peserta yang hadir di acara tersebut. Mereka menyanyikan 2 buah lagu, yaitu Cintaku yang dipopulerkan oleh Alm. Chrisye dan Ekspresi. Videonya bisa dinikmati di Youtube.

Groningen, 04 Maret 2013

Kontributor:

Winarto

Sumber: kompasiana

Share this:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*