Persiapan Berkas

Untuk datang ke Groningen, terdapat beberapa berkas yang harus disiapkan. Berkas-berkas tersebut adalah:

  1. Passport
  2. Visa Schengen
  3. Akta kelahiran yang sudah dilegalisir
  4. Surat nikah yang sudah dilegalisir apabila akan membawa pasangan

Visa Schengen

Dibutuhkan untuk memasuki negara-negara Schengen, termasuk Belanda. Terdapat dua macam, yaitu visa jangka pendek dan visa jangka panjang. Untuk visa jangka pendek, persyaratan dapat dilihat di link ini.

Bagi mahasiswa yang akan tinggal lebih dari 90 hari, dibutuhkan visa jangka panjang yang disebut MVV (Machtiging tot Voorlopig Verblijf/Provisional Residence Permit). Umumnya pendaftaran visa ini dilakukan oleh pihak universitas di Belanda, untuk University of Groningen dilakukan oleh International Student Desk (ISD). Apabila visa sudah siap untuk diambil, akan ada pemberitahuan ke email pribadi yang bersangkutan. Pengambilan MVV dilakukan langsung (tidak diwakilkan) di Kedubes Kerajaan Belanda, Jl. H.R. Rasuna Said Kav. S-3, Kuningan, Jakarta 12950, dengan membawa (1) passport; (2) formulir pendaftaran MVV yang sudah diisi; (3) pas foto berwarna terbaru (3,5 x 4,5 cm); (4) fotokopi halaman informasi pemegang passport. Untuk keterangan lebih lanjut, silahkan dilihat di link ini.

Dokumen yang Dilegalisir

Dokumen yang akan dilegalisasi, seperti akta kelahiran dan surat nikah harus tertulis dalam bahasa Inggris atau Belanda. Berikut prosedurnya:

  • Akta kelahiran
  1. Apabila dokumen masih dalam bahasa Indonesia, minta kutipan kedua dalam dua bahasa (Indonesia dan Inggris) di kantor penerbit dokumen tersebut. Atau dapat juga diterjemahkan di penterjemah tersumpah.
  2. Legalisasi dokumen asli di Kementerian Hukum dan HAM, Jl. HR Rasuna Said Kav. 8-9, Jakarta.
  3. Kemudian legalisasi dokumen tersebut di Kementerian Luar Negeri, Jl. TamanPejambon 6, Jakarta Pusat.
  4. Terakhir, legalisasi di Kedubes Kerajaan Belanda, Jl. H.R. Rasuna Said Kav. S-3, Kuningan, Jakarta 12950.
  • Surat/buku nikah
  1. Apabila dokumen masih dalam bahasa Indonesia, minta kutipan kedua dalam dua bahasa (Indonesia dan Inggris) di kantor penerbit dokumen tersebut. Atau dapat juga diterjemahkan di penterjemah tersumpah.
  2. Bagi yang menikah secara Islam, buku nikah harus dilegalisasi terlebih dahulu oleh KUA setempat dan Kementrian Agama.
  3. Kemudian legalisasi dokumen asli ke Kementrian Hukum dan HAM, Kementrian Luar Negeri, dan Kedubes Kerajaan Belanda seperti pada akta kelahiran.

Jangan lupa untuk membawa dokumen asli ke Belanda. Untuk informasi lebih lanjut, dapat dilihat di link ini.

Share this: