Beragam Topik Riset Bidang Medis Pada ISC Maret 2014

AudiensDivisi Ilmiah dan keilmuan PPI Groningen kembali mengadakan Indonesia Science Cafe (ISC) pada 21 Maret 2014, bertempat di Harmonie Complex, University of Groningen (RuG), yang dihadiri oleh 23 mahasiswa Indonesia di Groningen. Tema ISC edisi kali ini dari bidang ilmu medis, dengan menghadirkan tiga pembicara kandidat doktor dari Faculty of Medical Science-RuG yang mempresentasikan hasil risetnya.

Pembicara pertama, yaitu Adhi D Wibawa yang mendalami biomedical engineering, memaparkan riset berjudul “Musculoskeletal model validation during one-legged forward hopping and side jumping in healthy subjects using EMG”. Melalui riset ini didapatkan hasil bahwa melalui gerakan tertentu –dalam riset ini gerakan lompat kedepan dengan satu kaki dan lompat menyamping, AMS (AnyBody Modeling System), sebuah perangkat lunak yang diuji pada riset ini dan berfungsi untuk pemodelan/simulasi aktivitas biomekanika otot rangka manusia, dapat memprediksi aktivitas otot manusia secara lebih baik dibandingkan jika pengujian AMS dilakukan melalui gerakan berjalan normal. Validasi hasil pengukuran AMS pada kedua gerakan tersebut dibandingkan dengan hasil yang direkam oleh EMG (Electromyogram).

Pembicara selanjutnya, Auliya Suwantika, membawakan “Economic evaluations of non-traditional vaccinations in Indonesia” yang menggunakan pendekatan kuantitatif dalam bidang farmasi. Topik riset ini dilatarbelakangi kondisi dimana aplikasi vaksin-vaksin non-tradisional belum dapat dilaksanakan secara meluas di Indonesia karena keterbatasan anggaran pemerintah Indonesia, sementara vaksin-vaksin ini sebenarnya dibutuhkan para balita agar terhindar dari penyakit-penyakit berbahaya seperti misalnya diare dan hepatitis. Melalui risetnya ini, dihasilkan rekomendasi berupa beberapa skema pembiayaan bagi pemerintah Indonesia agar imunisasi vaksin non-tradisional seperti rotavirus dan hepatitis A dapat diaplikasikan secara meluas di Indonesia.   

Pembicara terakhir, Astri Ferdiana yang menggeluti ilmu kesehatan, mempresentasikan hasil risetnya dengan topik “Quality of life: Life satisfaction or happiness? Perspectives of people with spinal cord injury in Indonesia”. Berbeda dari kedua pembicara sebelumnya, riset ini menggunakan metode kualitatif dengan indepth interview terhadap sejumlah responden di Jogjakarta yang mengalami cedera saraf tulang belakang. Kota Jogjakarta dipilih menjadi lokasi riset karena gempa bumi tektonik tahun 2006 mengakibatkan meningkatnya penderita cedera saraf tulang belakang di kota ini. Salah satu temuan signifikan dari riset ini bahwa satu diantara komponen kebahagiaan, terutama bagi responden laki-laki adalah jika ia dapat menjadi manusia yang bermanfaat bagi orang lain.

Melalui ISC edisi Maret ini, peserta yang hadir memperoleh wawasan akan beragamnya topik penelitian di bidang ilmu medis, dan berbagai metode penelitian yang diaplikasikan. Pada akhir acara ISC, wakil ketua PPI Groningen, Mohammad Fathan Romdhoni, menyampaikan kenang-kenangan dan sertifikat kepada para pembicara sebagai bentuk apresiasi dan ucapan terima kasih atas kesediaan para pembicara berbagi ilmu dalam forum ISC.  Untuk ISC edisi selanjutnya direncanakan akan menampilkan topik dari bidang ilmu Spatial Planning. Divisi Ilmiah dan Keilmuan kembali mengundang bagi yang berminat menjadi pembicara dan juga peserta untuk hadir, dengan waktu dan tempat yang nantinya akan diumumkan.

Share this:

1 Comment

  1. wah, young boss disini atrniya, selalu ada biaya entertainment tiap bulan, be it nonton 21, main billiard, airsoft gun, futsal, you name it lah (g_rock_n_roll)

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*