Jabat Erat Indonesia 2015

IMG_3835 edited

Pada hari Sabtu, 28 Februari 2015, PPI Groningen bekerjasama dengan KBRI Belanda dan BNI Belanda menyelenggarakan kegiatan Jabat Erat Indonesia 2015. Kegiatan ini merupakan sarana untuk bersilaturahmi antara pelajar Indonesia di Groningen dan menjadi media untuk penyampaian informasi penting dari KBRI untuk warga Indonesia yang tinggal di Groningen terkait informasi pendidikan, informasi kekonsuleran dan informasi tentang imigrasi. Kegiatan Jabat Erat Indonesia 2015 mengambil tema “Membangun Kebersamaan Meniti Karir ke arah Indonesia yang lebih baik.”

ANT_3516 edited

Antusiasme dari pendaftar sangat tinggi, terutama pada saat menjelang bahkan setelah pendaftaran ditutup. Jika pendaftaran masih memungkinkan dibuka, ketua panitia memperkirakan jumlah peserta dapat mencapai lebih dari 200 atau bahkan 210 orang. Karena tidak memungkinkan, maka tambahan peserta yang diakomodasi hanyalah mereka yang sangat berkepentingan untuk lapor diri. Peserta yang hadir, di luar tambahan peserta yang lapor diri, adalah sebanyak 170 orang yang terdiri dari para pelajar Indonesia di Groningen, beberapa pelajar dari Wageningen dan Maastrict serta para warga Indonesia yang tinggal di Groningen. Antusiasme dari para peserta sangat tinggi dimana hanya sedikit yang meninggalkan tempat sebelum acara berakhir.

Acara terdiri dari beberapa rangkaian acara utama yaitu Talkshow tentang issue imigrasi, konsuler dan pendidikan dengan keynote speech Bapak Kuasa Usaha Ad Interim KBRI, Bapak Ibnu Wahyutomo di moderator oleh Bapak Taufik Hidayat; Sosialisasi Produk dan Service dari BNI Belanda; dan Talkshow tentang Tips Berkarir dan meraih prestasi studi di Belanda; Hiburan Tari dan Musik serta Santap Siang bersama dengan menu makanan khas Solo, Nasi Langgi.

IMG_3590 edited

Pada sesi pertama, Bapak KUAI KBRI Ibnu Wahyutomo menyampaikan penghargaan dan apresiasi terhadap PPIG dan Panitia atas penyelenggaraan kegiatan JEI 2015. Selanjutnya dalam sambutannya beliau menekankan tugas KBRI adalah melindungi dan melayani warga Negara Indonesia di Belanda sehingga beliau dan seluruh staf KBRI siap membuka komunikasi dengan seluruh masyarakat Indonesia di Belanda melalui telepon langsung. Selain itu, dalam rangka meningkatkan pelayanan, pihak KBRI juga akan mengembangkan sistem teknologi inovatif berbasis IT yang dibantu tenaga-tenaga IT yang handal dari pelajar di Belanda.

Kemudian isu-isu terkait pendidikan, kekonsuleran dan imigrasi dijelaskan secara langsung oleh Atase Pendidikan, Atase Imigrasi dan Koordinator Kekonsuleran. Di bidang pendidikan ada tiga informasi utama yaitu tentang penilaian kinerja PNS yang tidak lagi menggunakan DP3 dan tidak bisa dilakukan penilaiannya oleh KBRI, informasi tentang konversi penilaian Belanda – Indonesia yang saat ini sedang di perbaiki, serta informasi tentang pentingnya legalisasi ijazah yang perlu dilakukan sebelum kembali ke tanah air. Legalisasi di laksanakan oleh DUO di Groningen, Kemenlu Belanda dan KBRI.

Terkait isu keimigrasian, Atase Imigrasi Bapak Erwin Wantania menekankan pentingnya lapor diri sebagaimana di amanatkan dalam UU Kewarganegaraan. Lapor diri adalah kewajiban bagi warga Negara Indonesia di luar negeri yang tinggal lebih dari 60 hari. Penekanan lainnya adalah, bahwa lapor diri sebaiknya dilakukan ketika tiba dan meninggalkan luar negeri. Terkait isu kekonsuleran, Koordinator Fungsi Konsuler dan Protokoler memberikan berbagai macam informasi pelayanan KBRI terkait konsuler antara lain tentang pernikahan, pencatatan kelahiran, perpanjangan paspor, dan proses penguburan berdasarkan tata cara Indonesia. Antusisme masyarakat pada acara tersebut sangat tinggi, di mana banyak pertanyaan terkait konsuler, imigrasi dan pendidikan.

DSC07656 edited

Pada sesi kedua, perwakilan BNI Belanda, Ibu Dessy Irawaty menjelaskan proses pengiriman uang ke tanah air melalui sarana yang cepat dan aman, berupa BNI Smart Remittance, yaitu jasa transfer atau pengiriman uang dalam bentuk valuta asing, misalnya Euro, ke/dari bank di luar negeri maupun di dalam negeri. Untuk Smart Remittance ini, BNI bekerja sama dengan agen yang bernama Suri Change, dengan menawarkan berbagai kemudahan dan kecepatan pengiriman ke Indonesia dengan biaya hanya 5 Euro per transaksi pengiriman, yang dapat dengan mudah dilakukan menggunakan iDeal dari rekening bank Belanda anda (ING, Rabo Bank, ABN AMRO, dll) Adapun langkah-langkah pengiriman uang (Remittance) melalui Suri Change ini adalah dengan via online di www.surichange.nl atau datang langsung ke kantor dan cabang suri change yang tersebar di belanda. Informasi methodenya dapat diliat https://www.youtube.com/watch?v=N15fFR4uuI4

DSC07641 edited

Pada sesi ketiga, talkshow tentang Karir dan Studi di Negeri Belanda dengan Pembicara Prof. Bayu Jayawardhana, associate professor di FWN, University of Groningen, Bapak Dimas Qodri, bekerja di Shell Belanda, serta Rasyida Noor, mahasiswa program honour student di RuG dengan moderator adalah Yosi Ayu.

Rasyida mengemukakan, bahwa setidaknya ada tiga syarat utama yang harus dijalankan untuk dapat berprestasi di sela berkegiatan di organisasi (PPIG). Syarat tersebut adalah menyusun dan menjalankan skala prioritas, mempersiapkan studi sebaik-baiknya, dan tidak menunda-nunda pekerjaan. Ia juga memberikan tips untuk berdiskusi tentang materi perkuliahan dengan teman-teman internasional agar dapat meningkatkan pemahaman terhadap suatu materi.

Prof. Bayu menyampaikan bahwa selain memiliki rekam jejak akademis yang berkualitas, memiliki jaringan pertemanan sangat membantu dalam meniti karir di bidang akademik. Oleh karena itu, beliau menyarankan untuk dapat menjalin jaringan dengan orang-orang yang memiliki daya ungkit yang baik, selain tentunya secara pribadi kita harus memiliki kapasitas yang meyakinkan.

Bapak Dimas memberikan saran agar dapat memenuhi kriteria profil yang diinginkan oleh suatu perusahaan antara lain: memiliki prestasi akademik yang bagus, memiliki pengetahuan yang memadai tentang perusahaan yang dituju, dan meningkatkan kualitas diri di bidang softskill. Selain itu kita perlu bersikap fleksibel baik dalam skill pekerjaan maupun dalam pergaulan. Sebab di peusahaan multinasional kita bertemu dengan orang dari berbagai kebangsaan.

ANT_3542 edited

Sebelum acara ditutup, tim kesenian PPIG mempersempahkan lagu dari Putri dan Kanya dan tari tradisional dari Riau oleh Kanya dan Hadar.

Groningen 28 Februari 2015

Share this:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*