Event Recap: Indonesian Day 2019

 

Pada tanggal 9 Maret 2019 kemarin, PPI Groningen kembali menyelenggarakan kegiatan besar tahunan kami yaitu Indonesian Day 2019. Bertempat di Energy Barn, Indonesian Day tahun ini bertemakan ‘Cultural Spectrum’ dengan tujuan untuk memperkenalkan kekayaan budaya-budaya Indonesia yang beragam kepada masyarakat internasional.  Para penonton yang hadir di acara ini dapat menyaksikan beraneka ragam tarian, musik, serta makanan dan minuman khas Indonesia. Selain itu, Indonesian Day merupakan salah satu ajang untuk sesama warga Indonesia di Groningen dan sekitar Belanda untuk bersilaturahmi.

Tahun ini, Indonesian Day ada dua rangkaian acara yaitu acara siang dan acara malam. Acara siang berkonsep festival dimana ada berbagai macam stand bazar yang menunjukan makanan, budaya, kerajinan serta objek wisata khas Indonesia. Pada acara siang, penonton bisa menyaksikan berbagai performers seperti tarian, band, dan angklung massal dari PPI Groningen dan PPI kota-kota lain di Belanda. Selagi menonton, para pengunjung bisa menikmati aneka ragam makanan-makanan Indonesia seperti batagor, nasi kuning, sate padang, coto makassar, ayam cabe hijau, dan masih banyak lagi yang ada di bazaar makanan acara siang Indonesian Day.

Setelah acara siang, acara dilanjutkan dengan Indonesian Dinner yaitu jamuan makan malam yang formal dengan penampilan seni budaya Indonesia. Acara dimulai pada pukul 5 sore dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya yang dinyanyikan oleh seluruh tamu dan panitia, kemudian dilanjutkan dengan penampilan tari Jaipong. Setelah itu, acara dengan resmi dibuka dengan sambutan dari Shania Aurielle selaku ketua acara, Risyad Zafran Alghifari selaku ketua PPI Groningen, Ekaterina Gurchenkova selaku International Account Manager Hanze University of Applied Sciences dan Pak Din Wahid selaku Atase Pendidikan dan Kebudayaan dari Kedutaan Besar Republik Indonesia – Den Haag. Setelah sambutan, para tamu dipersilahkan untuk menikmati makanan pembuka yaitu Soto Ayam. Selagi para tamu menikmati hidangan pembuka, di panggung acara ada penampilan tarian Muang Sangkal dari Madura dan tarian Sekar Jagad dari Bali. Kemudian para tamu dipersilahkan untuk mengambil hidangan utama yang berkonsepkan buffet. Para tamu dapat menikmati kuliner khas Indonesia; sate maranggi sapi dan gluten, ayam bumbu rujak, sambal goreng kentang, karedok, perkedel jagung dan sambel kemangi. Selagi menyantap makanan utama, para tamu ditemani dengan penampilan band PPI Groningen yang kemudian dilanjutkan dengan tarian Belibis dari Bali tari Mappadendang dari Makassar, tari Lenggang Nyai dari Jakarta, tim angklung dan vocal group PPI Groningen. Lalu, para tamu disajikan makanan pencuci mulut yaitu es laksamana mengamuk selagi menikmati penampilan tari Ratoeh Jaroe dari Aceh. Indonesian Dinner ditutup dengan penampilan kolaborasi dari tim angklung, vocal group, serta band PPI Groningen yang menampilkan lagu Zamrud Khatulistiwa karya Chrisye.

Acara Indonesian Day 2019 berjalan dengan lancar dan sukses minggu lalu, dengan dukungan semua pihak terutama dari KBRI, Selain itu, panitia pelaksana terdiri dari pelajar Indonesia di Groningen di berbagai tingkat sekolah serta dengan dukungan dari para diaspora Indonesia di Groningen.

PPI Groningen dan panitia acara Indonesian Day 2019 ingin mengucapkan terima kasih atas partisipasi aktif dan kerjasama dari pelajar dan warga diaspora Groningen serta dukungan dari KBRI, Hanzehogeschool Groningen, Rijksuniversiteit Groningen, Stichting Alzheimer Indonesia Nederland, dan AccountingPro. Kami juga meminta maaf apabila terdapat kesalahan atau hal-hal yang kurang berkenan selama berlangsungnya acara tersebut. Sampai jumpa pada Indonesian Day 2020!

Dokumentasi dari acara Indonesian Day kemarin akan segera diunggah secepatnya di akun social media PPI Groningen.

Ditulis oleh: Shanisa Rahmaputri Dewanto (Tim Publikasi PPI Groningen 2018/2019)  

Share this:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*