“Snowball Effect”

Pergi selagi bisa, dunia ini terlalu luas jika kamu hanya berdiam diri saja. Arungi, lewati dan terjang! Yup, kata-kata ini cocok banget buat anak-anak dalam negeri yang pergi jauh merantau untuk pendidikan yang lebih tinggi. Huh, ternyata bukan cuma cuaca yang snow atau dingin disana tetapi ada sesuatu fenomena juga yang melanda di mahasiswa-mahasiswi pada bulan ini yaitu Snowball Effect. Snowball effect esensinya adalah proses perkembangan dari hal kecil menjadi lebih besar. Semakin bertambah usia kita di dunia, yang artinya kita menjadi semakin tua, semakin banyak juga tanggung jawab yang ada di pundak kita. Sayangnya, banyak manusia yang merasa dirinya belum siap untuk tanggung jawab yang besar, atau mungkin belum waktunya untuk lebih serius di dalam menanggapi sesuatu. Ketika kita masih di bangku sekolah, pasti sering mendengar omongan orang lain yang bilang “kuliah nanti lebih gampang kok, lebih santai”. Ini mungkin karena kuliah bukanlah aktivitas atau proses pembelajaran setiap hari, bahkan tidak semua kelas wajib untuk diikuti. Sangat berbeda dengan sekolah, bukan? Tetapi, tidak semua yang terlihat mudah itu benar, terkadang itu hanyalah opini kita semata. Hari berganti hari, dan sampailah di proses dimana kita akan segera kuliah! “Horeeee, tidak perlu bangun pagi lagi deh”. Itulah yang sering terdengar dari siswa-siswi SMA yang baru menyelesaikan proses pembelajarannya di sekolah dan akan beranjak ke pendidikan yang lebih tinggi, yaitu kuliah. Beberapa anak tetap berkuliah di dalam negeri, dan beberapa menjunjung ilmu sampai ke luar negeri. Salah satu contohnya pergi ke Groningen, yang sangat jauh dari rumah dan untuk pertama kalinya ketika kita menginjakkan kaki di Groningen, semua hal baru dan berbeda.

Adaptasi menurut KBBI adalah penyesuaian terhadap lingkungan, pekerjaan dan pelajaran. Hal pertama yang harus kita lakukan ketika kita berada di lingkungan baru ialah beradaptasi. Ini mengarah kepada mengenal peraturan, budaya dan memiliki lingkungan pertemanan yang baru. Karena budaya Belanda berbeda dengan budaya bangsa Indonesia, kebanyakan mahasiswa di tahun pertama suka terlena dengan mungkin pesta, jalan-jalan atau sebagainya dan akhirnya lupa akan tujuan mereka datang jauh dari rumah yaitu untuk belajar. Namanya juga manusia, hakikatnya lebih senang berada di zona nyaman yaitu yang asik-asik aja, deh! Hingga lupa, bahwa waktu berjalan sangat cepat dan karena terlalu sibuk dengan “hal-hal baru”, kuliah pun menjadi berantakan dan tidak berhasil mencapai tujuan di tahun pertama, atau gagal. Ketika kegagalan melanda, banyak dari kita yang menyadari bahwa ada sesuatu yang salah, kesalahan dalam hal-hal kecil yang berakhir dengan membawa kita dalam perkara besar yaitu, kegagalan atau yang kita kenal juga sebagai Snowball Effect. Tapi, tenang! Ketika kita gagal, disitulah kita belajar sesuatu. Meskipun begitu, seperti pepatah “Mencegah lebih baik daripada mengobati”. Maka dari itu, tujuan dari artikel ini adalah memberikan cara-cara untuk mencegah terjadinya snowball effect di dalam kehidupan perkuliahan. Ada tiga cara yang bisa dilakukan untuk mencegah snowball effect:

1. Persiapan yang matang mencegah penampilan yang buruk.

> “Kamu hanya perlu mempersiapkan tanganmu untuk menggengam mimpimu!” Sebelum memilih Universitas yang akan dituju, ada baiknya untuk mencari informasi sedalam-dalamnya tentang universitas tersebut. Karena banyak dari siswa-siswi zaman sekarang, memilih universitas hanya karena mengikuti jejak temannya. Itu adalah hal yang salah! Sebelum memulai proses pembelajaran di Universitas yang dituju, mulailah mengumpulkan informasi tentang bagaimana cara proses pembelajaran berlangsung atau trip and trick agar tidak mengalami culture-shock ketika proses pembelajaran telah dimulai. Karena sangat mungkin bahwa standar pendidikan dari universitas tersebut berbeda dengan universitas yang ada di negara kita.

2. Hidup bukan untuk menikmati MALAS.

> Kebanyakan dari kita ketika memutuskan untuk belajar di luar negeri, seringkali kita terlena oleh hal-hal duniawi dan pada akhirnya malas pun melanda. Ingat! Hidup bukan untuk menikmati MALAS. Senang-senang boleh, tetapi selalu ingat apa tujuan kamu datang jauh dari rumah, pastinya untuk menimba ilmu setinggi-tingginya. Jangan karena kamu sudah merasa nyaman, kamu lupa mana yang prioritas dan mana yang tidak. Memang benar, nyaman itu jebakan! Bukan malang yang jadi musuh dari perjalanan, tapi malas dan menunda berjuang. Jadi, jangan pernah melupakan prioritas utamamu!

3. Saat tidak ada jawaban yang muncul di dalam benak, mungkin itu tandanya kita butuh sedikit waktu untuk jeda sejenak.

> Ketika hasil nilai ulangan keluar, dan kamu tidak lulus atau banyak hal yang menjadi berantakan. Ingat, bahwa selalu ada kesempatan kedua! atau yang biasanya disebut resit. Jadi, mungkin jalan keluar yang tepat adalah jangan terlalu larut dalam kegagalan, beristirahat sejenak lalu, bangkit dan mari kita coba lagi! Karena demi masa depan yang cerah, kamu pun dilarang untuk lelah. Jadi, semangat terus ya!

Itulah ketiga cara untuk mencegah terjadinya snowball effect di dalam perjalanan hidup kita. Selalu ingat, “Jika salah diperbaiki, jika gagal coba lagi. Jangan takut dikomentari”. Semoga ketiga cara tersebut dapat bermanfaat bagi kita semua!

Ditulis oleh: Chelsea Abigail (Tim Publikasi PPI Groningen 2019/2020)

Share this:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*