Sejarah PPI Groningen

Tulisan ini sebenarnya cerita lama dan sudah ditulis beberapa tahun lalu. Cuma sayangnya pada waktu itu masih dalam bentuk draft, sehingga kami kurang percaya diri untuk mengedarkannya kepada pihak-pihak di luar pengurus PPI Groningen pada saat itu. Tahun berganti dan waktu berjalan terus, draft dokumen ini tidak terpegang karena berbagai alasan kesibukan mahasiswa tingkat akhir. Semangat perapihan draft ini tersentuh kembali karena beberapa kali mendapat pertanyaan “bagaimana sejarah berdirinya PPI di Groningen?” terutama dari para pengurus baru. Terdorong oleh pertanyaan seperti itu dan juga niat dokumentasi organisasi, maka kami mencoba melakukan revisi atas draft tulisan sejarah ini menjadi sebuah tulisan yang mungkin dapat lebih mudah dibaca.

Tulisan ini hanya merangkum perkembangan PPI Groningen sejak awal berdirinya tahun 1998 sampai dengan terbentuknya pengurus periode 2001-2002. Semua ini berdasarkan arsip penulis pribadi yang tercatat dari pengalaman dan pengamatan pribadi sebagai salah satu mantan pengurus PPI Groningen. Mohon maaf jika ada kekurangan atau kesalahan pencatatan. Semoga bermanfaat.

Siaran Pers PPI Belanda

Menyikapi Perjalanan Dinas DPRD Jawa Timur Ke Belanda untuk Menentukan Hari Jadi Provinsi Jawa Timur

PPI Belanda kembali menyatakan kerisauan dan keprihatinan atas perjalanan dinas anggota Komisi A DPRD Jawa Timur ke Belanda untuk meneliti Hari Jadi Provinsi Jawa Timur. Penentuan hari jadi ini telah tertuang dalam RAPERDA.

Pada hari Senin, 9 Juli 2007, sekitar pukul 14.00 waktu setempat, rombongan Komisi A DPRD Jawa Timur tiba di Institut Belanda untuk Studi Asia Tenggara dan Karibia (Koninklijk Instituut voor Taal-, Land- en Volkenkunde/KITLV), Leiden. Pertemuan rombongan dengan pihak KITLV difasilitasi oleh Harry A. Poeze, direktur penerbitan KITLV. Ketika menerima rombongan, Harry sudah siap dengan arsip-arsip yang menyatakan reorganisasi Pemerintah Hindia Belanda termasuk Provinsi Jawa Timur. Meskipun begitu, beliau juga menambahkan bahwa agak sulit untuk mengumpulkan data secara komprehensif apabila pihak KITLV baru diberitahu 1 jam sebelum kedatangan rombongan. Setelah terjadi diskusi antara Harry Poeze dengan rombongan, KITLV berjanji untuk mengirimkan bahan tambahan.