Bebas Fiskal

Bagi teman-teman yang pakai paspor hijau dan harus membayar fiskal, mungkin bisa mencoba untuk mengurus pembebasan fiskal LN. Pertama-tama Anda harus meminta dibuatkan surat dari tempat kerja Anda untuk pembebasan fiskal LN. Surat tersebut ditujukan ke Kepala Biro Kerja Sama Luar Negeri (BKSLN) depdiknas. Perihal suratnya : Permohonan Bebas Fiskal Luar Negeri. Isi suratnya menyatakan…

Tahapan Membuat Certified Birth Certificate (CBT)

Sebetulnya ini tergantung dari permintaan universitas. Banyak universitas tidak meminta hal ini. Certified Copy of Birth Certificate (CCBC) dibutuhkan untuk mengurus VTV atawa ijin tinggal lebih dari 3 bulan untuk keperluan tertentu, dalam hal ini adalah untuk sekolah selama 1 tahun. Untuk memperoleh CCBC ini yang harus dilakukan adalah: (Bila sudah punya akte kelahiran berbahasa…

Perjalanan ke Keukenhof Garden bersama Pengurus PPIG 2006/2007

Pada tanggal 31 Maret 2007 Pengurus PPIG bersama beberapa orang pelajar Indonesia di Groningen melakukan perjalanan ke Keukenhof Garden.


Keukenhof terletak di antara kota Hillegom dan Lisse, bagian selatan Haarlem di Holland Zuid/bagian tenggara Amsterdam. Menurut Wikipedia, Keukenhof yang dikenal dengan nama the Garden of Europe adalah taman bunga terbesar di Belanda yang dibuka hanya pada musim semi. Pada tahun 2007, Keukenhof dibuka sejak 22 Maret t/m 20 May. Taman bunga ini dulu merupakan ide Walikota Lisse pada tahun 1949. Dengan luas sekitar 70 acre, Keukenhof memamerkan industri bunga Belanda dengan 7 juta ragam bunga termasuk 1000 macam jenis tulip. Dan pada tahun ke-58 ini, Keukenhof dirancang oleh seorang arsitek taman Jacqueline van der Kloet (www.keukenhof.nl). Menuju Keukenhof dapat dicapai melalui kota Haarlem atau Leiden.

Indonesian Dinner and Cultural Evening

Pengurus PPI Groningen 2006/2007 bersama Wings-ESN telah mengadakan acara Indonesian Dinner and Cultural Evening untuk international students di Groningen pada tanggal 18 Maret 2007 pukul 17.00 – 20.00 CET di GSp Building. Rupanya para international students ini sangat antusias dengan acara ini (semoga bukan karena aneka musibah yang menghiasi media tentang Indonesia akhir2 ini).

Sejak seminggu yang lalu 40 tiket-nya sudah sold out (kapasitas normal GSP building memang cuma 40 orang). Bahkan akhirnya dibuka 10 tiket tambahan untuk pendaftar on-the-spot. Walaupun cuaca kurang bersahabat dengan angin kencang dan hagelen (hujan es), tamu international students yang datang ternyata membludak sampe 54 orang. Di dalam acara ini ada presentasi tentang Indonesia, performance tari Piring dari Sumatera Barat, live singing dan menari Poco-Poco bersama para international students.

For your own good: Ulasan film Singapura “I not stupid”

Film ini bercerita tentang tiga anak berumur sekitar 10 tahun dalam sebuah sekolah single-sex di Singapura. Ceritanya dikemas dengan cerdas: alurnya logis dan kocak, pesannya padat dan bermutu. Ga heran dia bisa menang beberapa kategori dalam Festival Film Internasional. Berikut ini komentar saya terhadap film “I not stupid”. Silakan ditambahkan atau dikurangi kalau ada yang punya pendapat lain ya.

Setiap anak unik karena setiap keluarga juga unik
Tiga sahabat yang jadi tokoh film tersebut punya karakter yang unik, sangat erat kaitannya dengan latar belakang keluarganya. Boon Hock yang bukan hanya paling “pintar” tapi juga cool datang dari keluarga sederhana yang jualan makanan. Sehari-harinya dia dibiasakan bekerja di warung orang tuanya dan mengasuh adiknya. Walhasil, sifatnya juga satria (ga bergitar) dan cerdas secara intelektual dan emosi (angkanya 92/100). Terry datang dari keluarga super kaya, kecerdasan intelektualnya rata-rata (65/100). Terry adalah sosok anak yang super patuh dan selalu dikuliahi ibunya untuk tidak ikut campur .. “it’s not your business”. Walhasil, menjelmalah Terry menjadi anak pengecut dan cengeng. Kok Pin, dialah yang “stupid” dalam ukuran mainstream pendidikan Singapura. Angkanya yang selalu rendah bikin ibunya merasa tergelitik untuk ikut saran teman sekantornya: “rotan bisa mendongkrak kemampuan anak2”. Begitulah, Kok Pien akhirnya harus dipecut ibunya, itupun tetap tidak membantunya (nilainya 51/100). Ini karena bakat Kok Pien bukan pada ilmu mainstream (Bahasa Inggeris, Matematika, Science) tetapi justru karena bakatnya sebenarnya pada bidang seni yaitu melukis. Keluarga Kok Pien adalah middle class Singapura yang harus berjuang untuk tetap berada di wilayah middle class yang penuh persaingan. Kok Pien sendiri begitu stress dengan nilainya sehingga sempat berniat bunuh diri.

Movie Review 'I NOT STUPID' dan Social Gathering

Benarkah kesuksesan seseorang ditentukan oleh nilai akademisnya?
Benarkah kepandaian seorang siswa dapat diukur dari nilai matematikanya?
Apakah kata ‘pandai’ dan ‘bodoh’ benar-benar eksis di dunia pendidikan?
Apakah memarahi dan menghukum anak yang dicap ‘tidak pandai’ di sekolah dapat dibenarkan?
Apa bedanya bersekolah di Singapura dan di Indonesia?
? ? ?

Pengurus PPI Groningen 2006/2007 telah mengadakan acara ‘Movie Review and Social Gathering’ bersama rekan-rekan pelajar Indonesia di Groningen untuk turut berperan serta menemukan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan di atas. Acara ini diselenggarakan pada:

Hari : Sabtu
Tanggal : 10 Maret 2007
Jam : 11.00 – selesai
Tempat : Kediaman Keluarga Manurung, Kleine Sophiastraat No. 9 Groningen

Sabtu Kreatif

Nama program : SABTU KREATIF
Bentuk : Workshop kerajinan tangan
Penyelenggara : Bidang III (Kebersamaan, Rekreasi dan Sosial) PPI-G
Hari dan tanggal : Sabtu, 24 februari 2007
Waktu : 10.00 – 13.00
Tempat : Pekarangan belakang flat seniman Jan Reemeijer, Wilgenlaan 82,
Groningen
Peserta :Yang mendaftar :
1. Claudia Lankhorst
2. Joko TR
3. Shinta
4. Widyoseno E. Muhsin
5. Wisnu
6. Zain
7. Piots Skorupski
8. Alicja Klimczak-Dobrzaniecka
9. Roy Tobing
10. Nara – umur 2 tahun, ditemani ayahnya
11. Melly – umur 3 tahun, ditemani ayahnya
12. Klara Karmelia
13. Lola T.P.
14. Prana Hutabarat

Yang hadir :
1. Joko TR

Cari Kamar via Lefier / IN-groningen

Ini sangat disarankan bagi Indovers di Groningen yang mau cari kamar. Bagi yang sudah jenuh dengan servis Housing Office bisa menggunakan jasa makelar satu ini yaitu:

IN-groningen

bisa daftar di websitenya di www.in-groningen.nl lalu pilih menu ‘kamers/rooms’ dan klik ‘foreign students’ . Khusus di menu ini, semua informasi ditayangkan dalam bahasa Bugis eh.. bahasa Inggris.

Kelebihan IN-Groningen ini:

Syarat mudah dan cepat (nggak berbelit-belit deh)
Terdapat pilihan harga kamar (200-250,250-300, dst)
Pendaftaran cukup sekali dalam seumur hidup
Pilihan kamar lumayan banyak
Website cukup informatif

Kekurangan:

Bayar 30 euro dulu baru bisa cari kamar
Gambar kamar tidak ada, yang ada hanya gambar bangunan jadi kurang spesifik

Laporan Keuangan 2004 – 2006

Dear rekan-rekan yang baik hati,

Akhirnya kami telah menyelesaikan perhitungan keuangan PPIG untuk periode 2005-2006. Di sini kami sampaikan juga laporan keuangan yang kami terima dari pengurus sebelumnya, periode 2004-2005. Laporan keuangan tersebut bisa kalian download di sini.

Laporan tersebut disusun oleh pengurus sebagai bentuk pertanggungjawaban pada anggota dan akuntabilitas pada warga Groningen. Jika ada kekurangan dalam pelaporan ini, kami mohon maaf, kami telah berusaha menyusun pertanggungjawaban ini sebaik-baiknya. Kami berpesan pada pengurus berikutnya untuk menjaga kas keuangan PPIG, dan transparansi penggunaan keuangan tersebut selayaknya menjadi idealisme yang dijunjung tinggi.

Terima kasih atas segala bantuan rekan-rekan dalam semua kegiatan PPIG, dan sampai jumpa lagi dalam acara PPIG yang penuh keakraban pada periode berikutnya.

Salam hangat,
Pengurus ’05/’06

Catatan Akhir Tahun 2006

Dengan berakhirnya masa kepengurusan PPI Groningen periode 2005/2006, kami tuliskan sebuah catatan akhir tentang semua kegiatan yang telah kami lakukan. Catatan Akhir Tahun 2006 bisa didownload di sini (ukuran 1 MB).

Catatan ini tidak hanya menceritakan segala kisah dan kenangan indah, namun berusaha memberikan sedikit makna dalam kehidupan pelajar Indonesia di Groningen. Kami ucapkan selamat bertugas bagi kepengurusan yang baru, selamat mewarnai indahnya persahabatan warga Groningen. Sampai bersua lagi dalam kesempatan lain, mari kita buka lembaran kisah persahabatan yang baru.

Salam hangat,
Pengurus ’05/’06