Indonesian Day and Dinner 2016 : Introducing Kalimantan

Pada tanggal 16 April 2016, PPI Groningen menyelenggarakan kembali salah satu kegiatan besar tahunan-nya, yaitu Indonesian Day and Dinner 2016. Bertempat di Marie Kamphuisborg-Hanzehogeschool Groningen, Indonesian Day and Dinner 2016 ini bertemakan Introducing Kalimantan. Sesuai dengan tema yang diangkat, hari itu Marie Kamphuisborg berhiaskan berbagai dekorasi indah khas Kalimantan. Para pelajar Indonesia mengenakan pakaian adat…

Diskusi 17 Agustus 2010

G una menyambut HUT ke-65 kemerdekaan Indonesia, sekitar 80 mahasiswa Indonesia di Kota Groningen dan para diplomat dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kerajaan Belanda menghadiri diskusi mengenai nasionalisme dan kemerdekaan, Selasa (17/8) waktu setempat. Duta Besar RI untuk Kerajaan Belanda Junus Effendi Habibie dalam sambutannya menggarisbawahi pentingnya nasionalisme dan peran kaum terpelajar untuk…

Pertarungan di Utara Belanda, Terbesar di Eropa Barat

Seraya menggendong tas penuh berisi peralatan olahraga dan pakaian secukupnya, Darsono dan 16 pemuda lainnya bertolak dari Stasiun Eindhoven, Belanda. Suhu 13 derajat celsius pada pukul 7 pagi, tidak menyurutkan langkah mereka menuju Groningen, sebuah kota di utara Belanda sejauh 3 jam perjalanan menumpang kereta dari Eindhoven. Darsono dan rekan-rekannya merupakan mahasiswa Universitas Teknik Eindhoven.…

Website PPI Groningen hadir kembali

Setelah sekian lama sempat menghilang dari dunia maya, website PPI Groningen kembali aktif menyapa para anggota PPI Groningen. Banyaknya kritik dari kawan-kawan disini dan yang hendak datang ke Groningen, membuat Pengurus PPI Groningen menjadi terpanggil untuk menuntaskan janji kami untuk menghidupkan kembali website yang sempat bisu selama 2 tahun lebih ini. Untuk terus mengaktifkan website…

Jender dan Kinerja Perusahaan

Palmira P Bachtiar

Era globalisasi yang serba kompetitif menuntut dunia usaha memberi lebih banyak ruang bagi perempuan untuk berkarya. Pasar tenaga kerja, khususnya di kota-kota besar, makin diramaikan partisipasi perempuan.

Perempuan mulai mengejar ketinggalan, terbukti dari meningkatnya sarjana perempuan, khususnya dalam bidang ekonomi, bisnis, dan manajemen. Bukan itu saja, perempuan juga sudah menjadi konsumen utama berbagai produk konsumtif. Produk yang dulu hanya dikonsumsi laki-laki (motor, mobil) dan produk investasi (rumah, apartemen) sekarang dapat dibeli perempuan.

Jadi, perempuan adalah aset perusahaan sekaligus pangsa pasar yang diincar. Pertanyaan mendasar, apakah perusahaan memberi kesempatan perempuan meniti kariernya sampai ke puncak tertinggi? Dapatkah mereka duduk di jajaran pengambil keputusan seperti direksi dan komisaris?

Lagi, Pertumbuhan dan Kemiskinan

Harry Seldadyo

Diskusi lama tentang pertumbuhan dan kemiskinan dikuak kembali. Ini bermula dari pidato kenegaraan Presiden Yudhoyono di DPR tanggal 16 Agustus lalu yang menyebut penurunan kemiskinan dari 23,4 persen (1999) menjadi 16 persen (2005).

Kepada pers, Wakil Presiden Jusuf Kalla juga menegaskan kemiskinan pasti turun jika pertumbuhan semakin baik (Kompas, 19/8/2006). Namun, sejumlah pengamat meragukannya. Pasalnya, 16 persen bukanlah angka terbaru pascakenaikan harga BBM. Selain itu, angka pembanding lain, yaitu penerima BLT dan raskin, justru menunjukkan bahwa kemiskinan tak menyusut. Jadi, pertumbuhan 5-6 persen belakangan ini tak punya dampak serius bagi penciutan angka kemiskinan.

Jatropha oil: A promising, clean alternative energy

The Jakarta Post, 4 July 2006
by Yuli Tri Suwarni

Discovering an affordable and cleaner burning alternative energy source has long been the dream of industrial chemical engineer Robert Manurung.

Inspired by the difficulty of finding firewood in his hometown in North Sumatra, the 50-year-old native of North Tapanuli set out to find a cheaper energy source.

In the next six months, the Bandung Institute of Technology expert just might realize his dream. Oil produced by the castor-oil plant, known locally as pohon jarak (Jatropha curcas L), which Manurung has been studying for sometime, will on a trial basis replace diesel oil to generate electricity in East Nusa Tenggara.

His discovery, called Jatropha oil, was greeted with pessimism by several colleagues at the institute, some of whom said “it was nothing new”.

Robert Manurung: Inventor of renewable green fuel

Jakarta Post, August 06, 2006
T. Sima Gunawan, Contributor, Jakarta

There is good news and bad news about research development in Indonesia. First, the bad news is that Indonesia often lags behind other countries. And now, the good news: An Indonesian researcher has applied pure jatropha oil as an alternative bio-diesel fuel.

The oil, which is produced from castor oil plants or Jatropha curcas, locally known as jarak pagar, is environmentally friendly and cheaper than fossil fuel, thanks to the hard work of Robert Manurung and his team at the Biotechnology Research Center, Bandung Institute of Technology (ITB).

“In research development, we are lagging behind other countries because we are often more content to follow rather than to become a leader or innovator,” lamented Manurung, 52.

While other scientists use methanol in processing jatropha oil, Manurung was determined to transform the oil into diesel fuel without adding any additional substance — and he succeeded.